17/12/11

Berita Ahlus Sunnah Di Negeri Yaman (13 - 20 Muharram 1433)

http://muslim.or.id/dari-redaksi/berita-ahlus-sunnah-di-negeri-yaman-13-20-muharram-1433.html

  • Hari datang silih berganti, dan orang-orang Hutsi terus menghujani Dammaj dengan berbagai macam senjata kaliber sedang dan berat sebagai balasan dari kekalahan mereka di Kitaf. Blokade terus berlangsung, semoga Allah menjaga wali-wali-Nya dan menjadikan peluru-peluru tersebut dingin dan membawa keselamatan bagi saudara-saudara kami. Bahkan salah seorang yang memiliki keutamaan di Dammaj, menceritakan kepadaku, bahwasanya telah terjatuh tiga peluru mortar di tengah-tengah ikhwah, satu peluru meledak dan yang lainnya tidak meledak (missfire). Alhamdulillah tidak ada seorang pun yang terluka. Ini mencekik dan menambah kemarahan orang-orang Hutsi.
  • Dua orang anak terluka dan lukanya tidak begitu parah, salah seorang terkena di punggungnya dan kondisinya masih baik, Alhamdulillah.
  • Jamal bin Umar, Utusan PBB datang menziarahi Sha’dah dua hari yang lalu dan bertemu dengan kepala daerah Sha’dah, Faris Mana’, juga pimpinan hutsi, Abdul-Malik Al-Hutsi -semoga Allah segera menyingkirkannya-. Mereka memperingatkan Ibnu Umar, wakil PBB tersebut, bahwasanya dia dalam keadaan bahaya kalau pergi ke Dammaj dengan memakai celana pantalon!(akhirnya membatalkan niatnya untuk mengunjungi Dammaj)
Wahai hutsi ! Bukankan para wartawan datang ke Dammaj dengan memakai celana pantalon! Akan tetapi tujuan utama mereka (Rafidhah) adalah menghalang-halangi utusan PBB untuk pergi ke Dammaj dan menyaksikan kebiadaban Hutsi. Akan tetapi Allah Maha Mengetahui dan kami tidak mengeluh kecuali hanya kepada Allah Al-Wahid Al-Qahhar. Blokade akan terbuka sebagaimana yang akan engkau lihat bukan sebagaimana yang engkau dengar! Dan tembakan masih terus berlangsung sampai saat ini, semoga Allah menjaga wali-wali-Nya. Doakanlah untuk saudara-saudaramu di Dammaj dan di Wailah agar supaya Allah menolong mereka dari orang-orang Rafidhah.
– Dinukil berita ini oleh Al-Akh Khalid bin Muhammad Al-Ghirbany.
Pukul 14.30
Serangan dan tembakan terus berlangsung dengan sengitnya, orang-orang Rafidhah menggunakan berbagai macam senjata kaliber sedang maupun berat seperti peluru mortar, meriam P10 dengan sasaran markaz dan sekitarnya. Juga asrama pelajar, gunung Al-Barraqah, dan rumah-rumah penduduk. Kelihatannya orang-orang Rafidhah memiliki gudang senjata syarun (yang tidak pernah habis) tembakan dan serangan sangat dahsyat sekali. Peluru mortar berjatuhan layaknya hujan karena begitu banyaknya, diperkirakan ada sekitar 120 peluru setiap harinya !
Hari ini satu peluru mortar jatuh di pagar sebuah perkebunan dekat rumah salah satu penduduk Dammaj, sehingga melukai dua orang anak, Abdul-Karim bin Abdullah Mu’idh Al-Buny berumur 12 tahun, terluka di punggungnya, satu lagi anak pamannya, namanya Nasyir Mu’idh Al-Buny berumur 18 tahun, terluka di paha, tangan dan wajahnya akan tetapi lukanya terlihat ringan saja, walhamdulillah.
Ya Dzat yang menggerakkan awan, kalahkan musuh-musuh (kami) dan hancurkan Rafidhah dan tolonglah kami dalam melawan mereka, Ya Dzat Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa! Ya Allah kami serahkan Rafidhah kepada-Mu, goncangkan bumi dibawah kaki-kaki mereka, kami serahkan mereka kepada-Mu sesungguhnya mereka tidak mampu melemahkan-MU !
Dinukil berita ini oleh : Al- Akh Abu Abdillahi Al-Kuhlany- semoga Allah memberikan taufiq kepadanya.

Rabu, 18 Muharram 1433 (14 Desember 2011)
Dengan karunia Allah, Pasukan Kabilah Ahlus Sunnah sudah berada sekitar 45 Km saja dari Dammaj, dan pertempuran terus berlangsung antara pasukan kabilah yang di ikuti pasukan ahlu sunnah yang datang dari seluruh Yaman melawan Rafidhah-semoga Allah menghancurkannya- dan mujahidin terus maju kedepan menuju ke Dammaj. Juga jebakan Rafidhah sangat banyak sekali sehingga mereka berjalan dengan penuh kehati-hatian, dan diantara mujahidin telah meninggal mati syahid (insya Allah) empat orang-semoga Allah merahmatinya- dan satu orang terluka-semoga Allah menyegerakan kesembuhannya-adapun di pihak Rafidhah terbunuh paling sedikit 12 orang. Itu yang tampak dihadapan ikhwah, yang tersembunyi lebih banyak lagi, karena Rafidhah sangat tertutup sekali dan selalu menyembunyikan kerugian mereka, baik nyawa ataupun perlengkapan perang. Supaya tidak mengoncangkan semangat pasukan mereka, yang selalu lari dan kalah berperang! Adapun di medan perang, mujahidin mendapatkan kemajuan yang sangat besar dan telah memutuskan jalan penghubung antara wilayah Kitaf dan wilayah Al-Qith’ah, dan kedua belah pihak saling menembak dengan peluru mortar. Sesuai dengan berita yang sampai kepada kami, bahwasanya pihak Mujahidin akan memulai serangan besar-besaran dan mereka meminta penduduk Kitaf untuk meninggalkan kota untuk sementara waktu, sehingga mereka dengan mudah membersihkan Rafidhah dari kota Kitaaf karena selama ini, Rafidhah menjadikan pos perlidungan mereka diantara rumah-rumah penduduk, dan menjadikan penduduk kota sebagai perisai hidup. Ini yang menjadikan pasukan Mujahidin agak terlambat dalam membersihkan kota Kitaaf dari pasukan Zindiq dan syirik.
– Ditulis oleh Abu Waqid Al-Qahthany.
Kesempatan Sekali Lagi Bagi Rafidhah Sebelum Waktunya Habis
Hari telah berganti, blokade masih terus berlanjut. Tembakan pun tidak pernah berhenti, dengan berbagai macam senjata kaliber sedang dan berat, dan salah satu pelajar kami terluka karenanya, juga saudara kami, para penolong dari kabilah ahlus sunnah terus maju dan mengalahkan Rafidhah. Syaikh Yahya Al-Hajury -semoga Allah menjaganya-, para Masyaikh dan tokoh-tokoh wilayah Dammaj terus berupaya mempertahankan diri dari kekejaman orang-orang Rafidhah. Diantara statemen mereka adalah :
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه..أما بعد:
Ini salah satu upaya perdamaian yang berulang-ulang dilakukan oleh Syaikh Yahya Al-Hajury-semoga Allah menjaganya-, para Masyaikh dan tokoh-tokoh Dammaj juga orang-orang yang loyal kepada mereka, untuk menghindari kezhaliman Rafidhah, kecuali kalau mereka (Rafidhah) hendak menarik negeri ini menuju ke peperangan antar golongan :
  1. Mereka harus keluar dari wilayah kami (Dammaj) karena mereka adalah para penyerang kecuali orang tersebut penduduk Dammaj.
  2. Menghapuskan Pos Pemeriksaan Khanik (nama sebuat tempat di pintu masuk Dammaj) dan tidak boleh menghalangi, menyerang kami dan orang-orang yang loyal kepada kami di Pos Pemeriksaan yang lainnya, juga termasuk tidak ada serangan terhadap rombongan (dari kami), juga yang datang kepada kami, dan apa yang datang secara khusus kepada kami, juga orang yang loyal kepada kami diseluruh Propinsi Sha’dah disertai jaminan khusus tidak bolehnya Rafidhah masuk ke wilayah kami, juga tidak boleh masuk ke Pos Khanik sesuai dengan isi perjanjian ini.
– Ditulis Hari Rabu 18 Muharram 1433 H.
***
Hari ini bombardir sangat dahsyat sekali, tidak ada jalan-jalan yang selamat darinya.
Bahkan sapipun tidak luput darinya, satu ekor sapi telah menjadi korban.
Kambingpun juga tidak selamat.
Dan salah satu ikhwah dari Sudan terluka karenanya.
Juga anak yang baru berusia tiga tahun.
Ini menunjukkan bahwasanya orang-orang rofidhoh berkehendak membinasakan semuanya.
Ya Allah kami serahkan orang-orang rofidhoh kepada-Mu, sesungguhnya mereka tidak mampu melemahkan-Mu.
Dengan Karunia dan Kemurahan Allah
Salah seorang pelajar melihat mobil Rafidhah melewati jalan di bawah gunung Al-Barraqah kemudian menembakinya dengan 13 peluru dan dia seorang pemula, baru belajar (menembak). Ia menyebabkan kerusakan yang besar pada mobil tersebut dan beberapa orang diantara mereka terbunuh dan lainnya terluka kemudian dibawa ke Sha’dah untuk mendapatkan pengobatan, Ya Allah tambahkanlah karunia yang agung kepada kami.
Pukul 14.30:
  • Hari ini tembakan dan serangan dengan berbagai macam senapan mesin dan meriam terus berlangsung dengan sangat kerasnya kearah markaz, asrama, gunung Al-Barraqah juga rumah-rumah penduduk sehingga menyebabkan kerusakan pada empat rumah. Seorang anak kecil terkena pecahan mortar, juga dua orang pelajar , satunya dari Sudan yang lainnya dari Somalia terkena tembakan pada tempat yang berbeda, Wallahul Musta’an.
  • Secara khusus pelajar dari Propinsi Al-Ibb yang kami beritakan kemarin terkena tembakan di dadanya kemudian pingsan pada saat itu juga. Alhamdulillah telah sadar dari pingsannya akan tetapi tampaknya mengalami kelumpuhan separoh badan, dan para dokter menyimpulkan lukanya sangat berbahaya sekali, kami memohon kepada Allah agar menyegerakan kesembuhannya.
  • Adapun di medan perang Kitaaf, hari ini salah satu Masyaikh Wailah yaitu Syaikh Yahya bin Muhammad bin Lutsah terkena pecahan mortar dan bersamanya salah seorang pembantunya, beliau menghembuskan nafas terakhirnya ketika sampai di jalan Al-Khadra’ dalam rangka pengobatannya, semoga Allah merahmatinya dan menerimanya sebagai seorang Syuhada’. Berita ini ditegaskan oleh situs resmi Majelis Kabilah Wailah, Wallahul Musta’an.
Ya Dzat yang menjalan awan, kalahkan musuh-musuh (kami) dan hancurkan Rafidhah dan tolonglah kami dalam melawan mereka. Ya Dzat Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa! Ya Allah kami serahkan Rafidhah kepada-Mu. Goncangkan bumi dibawah kaki-kaki mereka, kami serahkan mereka kepada-Mu sesungguhnya mereka tidak mampu melemahkan-MU !
Pukul 22.00
  • Tembakan dan serangan terus berlangsung tanpa berhenti sebagaimana biasa dengan tanpa pengecualian sebagaimana yang telah kami sebutkan. Sampai hewan tidak selamat dari tembakan. Sapi, onta, 15 ekor kambing, ikut terbunuh, karena sebab serangan di arahkan ke rumah-rumah penduduk Dammaj.
  • Anak perempuan kecil yang bernama Maryam bintu Abdul-Hakim terkena pecahan mortar di punggungnya pagi hari tadi karena rumahnya terkena ledakan mortar.
  • Adapun di medan perang Kitaaf, terjadi pertempuran di beberapa tempat. Kabilah ahlus sunnah terus maju kedepan, juga berita terbunuhnya Syaikh Yahya bin Lutsah dan tiga orang yang bersama dengan beliau pada saat itu, satu orang dari kabilah Wadi Ubaidah, yang lain dari Hasyid dan salah satu pembantunya. Kejadian ini terjadi tatkala mereka sedang mengawasi kondisi medan perang setelah itu mereka duduk kemudian terjatuhlah peluru mortar di tempat itu, semoga Allah merahmati mereka semuanya dan menerimanya sebagai Syuhada’.
  • Mulailah rombongan Hutsiyyin terpecah belah, hari ini dua mobil yang mengangkut pasukan dari kabilah Ali Salim, mundur dan menarik diri dari medan perang Kitaf dan kembali ke kampung halamannya dan menolak berperang di barisan Hutsiyyin, kami memohon kepada Allah untuk mencerai-beraikan kelompok mereka dan memecah-belah jama’ahnya, Allhumma amin

Selasa, 17 Muharam 1433 (13 Desember 2011)
Blokade di Dammaj dan Kemurahan Rabbul ‘Ibad
Hari berganti dan blokade masih berjalan,tembakan juga terus berlangsung, semoga Allah memberikan keselamatan kepada para pelajar.
بسم الله الرحمن الرحيم
Statement Dari Warga Wilayah Dammaj
الحمد لله القوي المتين, والصلاة والسلام على المبعوث رحمة للعالمين, أما بعد
Ini adalah pernyataan warga wilayah Dammaj, ditujukan kepada seluruh masyarakat dimana saja mereka berada, dan diantara pernyataan-pernyatan mereka, sebagaimana berikut :
    1. Sesungguhnya blokade yang zhalim lagi biadab ini permulaanya dari tanggal 22 Dzul-qa’dah 1432/20 Oktober 2011 sampai hari ini, tanggal 16 Muharram 1433/ 13 Desember 2011 masih diterapkan oleh orang-orang Hutsi kepada warga Dammaj yang dikelilingi oleh benteng pasukan dan persenjataan yang sangat banyak- dan targetnya adalah agama warga wilayah tersebut, dakwahnya yang utama dan bermanfaat, kehormatan, dan nyawanya, dan senantiasa mengancam ribuan anak-anak, wanita, orang-orang sakit, orang yang berusia lanjut juga orang-orang sakit menahun, semakin hari semakin keras dan bertambah pula beratnya dan kerusakannya tanpa belas kasihan tanpa merujuk kepada agama, perilaku ataupun akhlak siapapun, tanpa sesuatupun yang membenarkannya dan tanpa sebab kecuali kedzaliman, kebiadaban dan kegilaan yang menutupi akal mereka dan sesuatu (yang tersembunyi) yang dengannya mereka menjual agama dan rasa kemanusiannya.
    2. Warga Dammaj hidup dalam kondisi kemanusiaan yang sangat parah sekali dimana orang yang dekat maupun yang jauhpun mengetahuinya, sebagaiman yang telah ditegaskan oleh para wartawan, orang-orang HAM dengan berbagai macam latar belakang pemikiran mereka, dan mereka telah datang dan melihat dengan mata kepala mereka sendiri walaupun untuk bisa mendatangi wilayah ini mereka harus mendapatkan berbagai macam kesulitan dan ancaman dari pihak Hutsi / Rafidhah yang tujuannya untuk menutupi kejahatan yang sangat busuk kepada warga wilayah tersebut.
    3. Dan orang-orang Rafidhah masih terus membombardir wilayah tersebut dengan persenjataan berat, menengah , ringan dengan target perumahan, pertokoan, asrama pelajar, jalan-jalan, dan menembaki orang-orang yang lewat, baik laki-laki, perempuan , anak-anak, mereka akhirnya menjadi korban, baik meninggal ataupun terluka. Mereka menembakkan meriam-meriamnya, senapan mesin kearah masjid, perpustakaan, mobil, dapur milik Darul-Hadist, siang dan malam! Dan mereka terus memperluas pembangunan tempat perlindungan yang dari situ mereka mencari target serangan yang mengarah ke nyawa warga wilayah tersebut, rumah-rumah mereka, dan tempat-tempat yang penting, seperti tandon air yang masyarakat minum darinya, pompa air, bahkan hewan-hewan ternak dan juga seluruh hal-hal yang bermanfaat bagi warga tersebut.
    4. Semua yang disebutkan diatas telah dilakukan oleh orang Hutsi dibawah klaim adanya gencatan senjata ! Skenario perdamaian yang dibuat-buat mereka tidak lain adalah bertujuan menutup-nutupi kejahatan mereka dan memperburuk kondisi yang semakin parah yang mengancam kehidupan ribuan keluarga di wilayah Dammaj. Maka semua klaim dari Rafidhah dan para pengekornya yang ada hubungannya dengan pihak yang resmi yang mengatakan adanya upaya terus-menerus dari berbagai pihak untuk perdamaian, ini adalah pernyataan dusta, seperti melempar abu ke mata, hanya sekedar tahapan-tahapan penundaan dan memperpanjang blokade yang zhalim ini oleh Rafidhah dan juga menekan warga Dammaj untuk memberikan apa yang mereka inginkan secara sempurna.Maka kami mengumumkan, apa yang dikatakan Rafidhah tentang adanya usaha perdamaian, ini hanyalah berita dusta untuk memutarbalikkan fakta dengan menggambarkan orang-orang zhalim, pembunuh, pengepung berubah menjadi orang yang terzhalimi, orang yang terkepung, orang yang patut dikasihani!!! Inilah adalah tipu-muslihat musang belaka !! hakekatnya bukan sesuatu yang laku di jual di bursa berita! karena sesuatu yang tidak mungkin dirubah ! sebuahperistiwa berdarah yang matahari terbit dan tenggelam ikut menyaksikannya, dengan hanya sekedar kedustaan yang sangat jelas sekali di teriakan oleh rofidhoh dan corong-corongnya kesana dan kesini dalam statement mereka, diluarnya baik dibelakangnya penuh dengan adzab ! keadaan rofidhoh dan para pengekornya sebagaimana dikatakan : tangan yang satu bertasbih tangan yang lain membunuh !
    5. Melihat kekeras- kepalaan Rafidhah zhalim, biadab dalam permusuhannya dan kezhalimannya yang tidak ada batasnya dan telah membunuh nyawa, merendahkan kehormatan, menghancurkan masjid-masjid, asrama dan tempat-tempat umum lainnya, semuanya bersifat umum, maka kami berkeinginan menyampaikan pernyataan :
      1. Kami memohon kepada Allah, Rabb-kami, Maalik Al-Muluk untuk menghindarkan kezhaliman dan kebiadaban ini dari kami dan menolong kami untuk menghindarinya.
      2. Menghimbau kepada seluruh kaum muslimin dari dalam maupun dari luar untuk mengingkari perbuatan mungkar yang jahat ini, menolong orang yang terzhalimi, dan melaksanakan apa yang telah Allah wajibkan kepadanya berkaitan dengan saudaranya, kaum mu’minin, yang hal ini sudah diketahui di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
      3. Menghimbau kepada pemerintah kami, mengarahkan panggilan kepada negeri kami, Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan, dan seluluh jajaran pimpinan negeri ini, untuk melaksanakan apa yang Allah wajibkan kepada mereka yang berkaitan dengan kedudukan kami sebagai warga Yaman, hidup di negeri Yaman, kami memiliki hak-hak sebagaimana penduduk yang lainnya, dan juga kewajiban sebagaimana yang lainnya :
        • Kami punya hak tentang keamanan jalan.
        • Kami juga memilik hak pendidikan bagi anak-anak kami , baik anak laki-laki maupun anak perempuan.
        • Kami juga memiliki hak pengobatan dan (berobat) di Rumah Sakit, salah seorang diantara kami meninggal karena tidak mampu pergi ke Rumah Sakit.
        • Kami juga memiliki hak bekerja dan menjalan tugas sebagai pegawai sebagaimana pegawai- pegawai yang lainnya di pemerintahan, diantara kami ada yang menjadi guru, dokter, insyinyur, apoteker, pegawai kantor, semuanya tidak mungkin mengerjakan tugas dan pekerjaan mereka, bahkan setiap saat mereka ketakutan akan nyawa, kehormatan, dan rumah-rumah mereka, siang dan malam.
        • Kami juga memiliki hak pergi ke pasar, mengais rezeki, yang telah dilarang oleh Rafidhah semenjak dua bulan ini.
      4. Kami mengulang himbauan kepada orang berkepentingan dari para peminpin untuk melaksanakan apa yang Allah wajibkan kepada mereka, mencegah kezholiman dan menghalangi orang-orang zhalim dari kezholimannya dan memperhatikan keadaan rakyatnya.
      5. Kami menuntut kepada, badan-badan sosial, organisasi masyarakat, yayasan sosial, dan semua media masa, baik koran, televisi, radio untuk menyampaikan permintaan kami ini kepada orang yang berkepentingan dan mensikapinya dengan sungguh-sungguh dan menyampaikan surat kami ini kepada siapa saja yang mungkin bisa ditemui :
        • Bahwasanya kami menuntut diperlakukan kepada kami, perlakuan manusiawi !
        • Kami meminta rasa aman dan menyeru kepadanya.
        • Kami meminta dihapuskannya sikap zholim dan sikap permusuhan kepada kami.
        • Kami juga meminta dihilangkannya blokade sejak 2 bulan yang lalu dari kami
        • Juga penghentian serangan dari Rafidhah, tanpa belas kasihan, kejam dan bengis, siang dan malam.
        • Dan meminta seluruh hak kami yang telah di jamin oleh agama kami yang lurus dan juga dijamin oleh standar prilaku manusia (yang wajar).
        • Juga kami memohon perhatian kepada semuanya untuk selalu siaga dan berhati-hati terhadap rencana-rencana (yang tersembunyi) dari orang-orang yang hasad dan dengki yang mentargetkan kekayaan negeri dan rakyat ini dan supaya mereka berupaya dengan sungguh-sungguh disertai permohonon pertolongan kepada Allah untuk menggagalkan rencana-rencana tersebut sehingga tidak tercapai maksud mereka, akhirnya mereka kembali dengan membawa kerugian dan kekalahan.

Senin, 16 Muharraam 1433 (12 Desember 2011)
Orang-orang Rafidhah Ketakutan
Memulai hari ini, dan hari sebelumnya orang-orang Rafidhah membombardir Dammaj dengan sangat sengitnya. Disebabkan kemenangan yang telah dihasilkan para mujahidin pemberani di Wailah, maka berguguranlah korban Rafidhah dan berjatuhanlah pos-pos perlindungan mereka. Juga persenjataan mereka berhasil dikuasai oleh kabilah ahlus sunnah yang nantinya akan menjadi senjata untuk melawan orang-orang Rafidhah sendiri.
Blokade masih berlangsung bagi ahli Tauhid !
Tembakan juga tidak pernah berhenti dengan target orang-orang yang beriman !
Sha’dah mendidih dan bersiap-siap untuk menghentikan blokade !
Dan orang-orang hutsiyyin dalam keadaan kebingungan !
Syaikh Yahya -semoga Allah menjaganya- menjelaskan : apa yang dilakukan orang-orang Rafidhah terhadap 20 orang yang mati Syahid (insya Allah) yang telah mereka mutilasi, dan setelah semua ini mereka lakukan! Wahai ikhwah! Meraka sama sekali tidak mengasihinya dan membiarkannya dalam keadaan terbunuh bahkan datang membawa zat asam dan menyiramkan ke tubuh mereka sehingga menyebabkan wajah-wajah mereka menjadi rusak dan hitam. Bahkan sebagian diatara mereka terkelupas kulitnya. Demi Allah, terkelupas badan mereka. Demikianlah yang mereka lakukan diantara cara-cara terror dan menakut-nakuti, sehingga tubuh mereka membengkak dan meninggal karena zat asam yang mereka siramkan ke tubuhnya!
Pukul 17.00
  • Mulai sejak pagi tembakan dan bombardir masih terus berlangsung sebagaimana biasa dengan berbagai macam senjata kaliber berat dan menengah hingga saat ini, dari segala arah dengan target gunung Al-Barraqah, masjid dan tempat tinggal para pelajar dan demi Allah, pada saat aku berkomunikasi dengan salah satu Masyaikh disana, terdengar beberapa kali ledakan dan beliau di tempat perlindungannya bersebelahan dengan rumahnya, dekat dengan masjid dan Allah sebaik-baik Dzat Yang Menjaga,
  • Telah meninggal mati Syahid (insya Allah) setelah Ashar, anak yang Shalih, Yasir bin Shalih An-Na’umy. Dia adalah salah seorang diantara anak-anak dan murid-murid kami di Shan’a di gunung Al-Barraqah. Beliau berada di tempat perlindunganya bersama dengan teman-temannya yang berada disana, akibat tembakan Bazooka, juga ada beberapa yang terluka dan belum diketahui berapa jumlahnya.
  • Sebagaimana telah terjatuh peluru meriam P 10 di salah satu rumah penduduk warga Dammaj, menembus tembok rumahnya, dan beliau adalah saudaranya Syaikh Mahdy Qarhazah, umurnya sekitar 40 tahun, terluka di punggungnya dengan luka cukup lumayan, akan tetapi anak perempuannya yang kecil dia berada disebelahnya mendapatkan luka yang cukup parah di kepalanya, semoga Allah menyegerakan kesembuhan mereka berdua.
  • Adapun berita secara khusus di medan pertempuran Kitaaf. Kabilah ahlus sunnah masih bermarkaz di tempat-tempat yang mereka telah kuasai pada hari kemarin, setelah mengusir orang-orang Syi’ah dari tempat itu. Diantara mereka ada yang terbunuh, terluka dan puluhan orang melarikan diri, kondisi disana mulai agak tenang walaupun masih adasedikit pertempuran.
Pukul 19:19
Berita dari Syaikh Ahmad bin Thahir : Penting dan segera !
Assalamu alaikum warahmatuLLahi wa barakatuh,
Semoga Allah membahagiakan harimu dengan kebaikan, saudaraku yang mulia : aku tidak ingin memperpanjang (pembicaraan) denganmu, aku hanya ingin mengabarkan kepadamu dengan berita gembira. Aku selalu mengikuti berita setiap enam jam sekali, salah seorang mujahidin di Dammaj mengabarkan kepadaku bahwasanya mereka sedang dalam pertempuran melawan orang-orang Rafidhah. Telah mengantarkan nyawa mereka (kepada kematian) dan telah sempit keselamatan bagi mereka dan telah lapang kebinasaannya dan tersisa jarak antara mereka dan Dammaj sekitar 8 kilometer saja. Mereka seakan-akan seperti kambing-kambing tanpa penggembala, di jalan-jalan, di lembah (tanpa ada yang memimpin). Dan di medan perang yang lainnya ikhwah mujahidin sudah sampai di kota Kitaaf, jaraknya sekitar 10 kilo meter dari Sha’dah dan terus maju dan tidak berhenti menuju sha’dah, pusatnya orang –orang Rafidhah, untuk mensucikannya dari noda-noda kesyirikan. Dan orang-orang Rafidhah berusaha dengan sekuat tenaga menghentikan pertempuran dan berdamai, akan tetapi ikhwah menolaknya-semoga Allah membalas kebaikan kepada mereka- tidak ada perjanjian bagi orang-orang Rafidhah (karena mereka selalu melanggar perjanjian yang dibuat) maka menjadi keharusan untuk menghancurkan dan membersihkan bumi dari kerusakan mereka. Tulisan ini dari saudaraku, Abu Abdurrahman dan aku berharap, tulisan ini disampaikan kepada orang yang memberikan perhatian kepada Sunnah dan Salafushalih dan juga urusan kaum Muslimin dan sesungguhnya pertongon akan datang !
Telah meninggal mati Syahid (insya Allah) lima orang mujahidin di Kitaaf, salah satu diantaranya dari kota Aden dan yang lainnya dari Rusia dan mujahidin telah berhasil mengusai Kitaaf.
Pukul 22:41
Saudara-saudara kami di bumi Wa’ilah dari kabilah ahlus Sunnah mendapatkan kemajuan yang sangat besar-semoga Allah selalu menolong mereka- dan orang-orang Rafidhah banyak sekali yang lari terbirit-birit dengan meningggalkan dibelakang mereka berbagai macam amunisi senjata ringan ataupun senjata menengah, jumlahnya sangat banyak dan banyak sekali bahkan makanan dan minuman mereka tinggalkan dan lar ! Juga anggur kering sampai celananya pun juga mereka tinggalkan! Segala pujian hanya milik Allah semata.
Kami wasiatkan kepada ikhwah mujahidin untuk memperbanyak dzikir kepada Allah Azza wa Jalla. Ya Allah rahmatilah Syuhada’ kami dan sembuhkanlah orang-orang yang terluka diantara kami! Ya Allah muliakanlah pasukan muwahhidin dan hinakanlah pasukan setan!
Ditulis oleh saudara : Khalid bin Muhammad Al-GhirbanySumber : www.m-noor.com dan mauqi’ Syaikh Abdurrahman Al-‘Arumy.

Ahad, 15 Muharram 1433H (11 Desember 2011 )
Pukul 08.00
  • Serangan dan tembakan masih sangat gencar sekali sepanjang malam hingga saat ini dengan target gunung Al-Barraqah dan sekitarnya dari segala arah.
  • Telah meninggal mati syahid (insya Allah) dua saudara kami di gunung Al-Barraqah akibat tembakan Rafidhah malam kemarin mereka adalah Hassan Ar-Rozihy dan Hilal Ar-Rimy, semoga Allah merahmatinya dan menerima mereka sebagai syuhada’.
  • Sebagaimana juga terkena tembakan salah seorang anak perempuan kecil di dekat rumahnya di pahanya oleh orang Rafidhah.
  • Ikhwah di Dammaj pada hari Sabtu telah mengevakuasi 19 orang mayat ikhwah yang meninggal sebagai syuhada’ (insya Allah) dari pelajar disana. Bukan sebagaimana yang telah kami kabarkan sebelumnya sebanyak 22 orang, sebagaimana berita yang pertama kali sampai kepada kami. Kemudian jelaslah jumlah yang sebenarnya adalah 19 orang, sisanya masih ada 3 orang di tempat lainnya, insya Allah hari ini (hari Ahad) akan dievakuasi dan jumlah secara global sebanyak 21 orang (4 0rang Aljazair, 3 orang Rusia, 2 orang Indonesia, 1 orang Pakistan, 1 orang India, aslinya Hadramaut, 3 orang libia, sisanya dari Yaman).
  • Selama 3 hari ikhwah yang meninggal ini berada di Az-Zailah, suatu tempat antara gunung Al-Barraqah dan Pos Pemeriksan yang sempit. Baru kemarin (hari Sabtu) orang-orang Rafidhah membolehkan mengevakuasi mayat-mayat ini padahal sebelumnya mereka melarang untuk mengambilnya. Walaupun ada diantara mereka yang terluka dan belum meninggal tetapi karena tidak memperoleh pengobatan dan penyelamatan, akhirnya mereka meninggal. Dan orang-orang Rafidhah telah merusak dan memutilasi mayat-mayat ini.
  • Mayat para suhada’ ini dikuburkan kemarin malam, dan diletakkan 3 orang dalam satu kuburan, ada juga 2 orang dalam satu kuburan, tanpa di mandikan dan tanpa dishalatkan dan dikuburkan dengan baju-baju mereka, semoga Allah merahmatinya dan mengangkat derajatnya, Wallahu Musta’an.
Pukul 23.00
Kabilah-kabilah ahlus sunnah yang dipimpin oleh kabilah Wailah terus maju kedepan dan mendapatkan kemenangan yang sangat besar, diantaranya :
  • Orang-orang Rafidhah telah terbunuh lebih dari 40 orang, salah seorang ikhwah yang berada digaris depan mengabarkan kepadaku, bahwasanya dia melihat di satu tempat ada sekitar 25 mayat orang-orang Rafidhah. Juga terlihat mayat-mayat mereka dipingggir jalan.
  • Juga kemajuan besar di Al-‘Amaq , sekitar 5 kilometer, daerah yang menuju ke arah Kitaaf dari medan perang As-Syirqiyyah dan sudah mulai mendekati pasar kota Kitaaf.
  • Mereka mendapatkan rampasan perang sangat banyak sekali, perlengkapan militer, diantaranya senapan mesin caliber 12,7 mm, juga senjata-senjata Rafidhah yang terbunuh.
  • Mereka berhasil menguasai tempat-tempat yang sangat srategis dan menjadikannya sebagai markaz yang sangat penting yang sebelumnya dikuasai oleh Rafidhah, juga mendapatkan senjata dan amunisi yang sangat banyak.
  • Telah meninggal dari kalangan kabilah ahlus sunnah sekitar 6 orang. Semoga Allah merahmatinya dan menerimanya sebagai syuhada’ dan sekitar 8 orang terluka.
  • Adapun di Dammaj, masih terus terjadi tembakan dan bombardir dari orang-orang Rafidhah sebagaimana biasa dengan target masjid dan sekitarnya. Dan juga gunung Al-Barraqah. Sehingga mengakibatkan dua orang terluka diantara pelajar.
Daftar nama-nama pelajar yang meninggal mati syahid (insya Allah) 4 hari yang lalu, Alhamdulillah, hari kemarin ikhwah berhasil mengevakuasi mereka setelah orang-orang Rafidhah memutilasi tubuh mereka dan merusak wajahnya dengan zat asam supaya tidak dikenali, semoga Allah memutihkan wajah-wajah mereka dan memasukkan mereka ke Firdaus A’la sebagai Syuhada’, dan menghitamkan wajah-wajah orang-orang Rafidhah dan memasukkan mereka ke Jahannam dan kekal di dalamnya, Allahumma amiin.
  1. Musa (Rusia).
  2. Kamal (Rusia).
  3. Hamzah (Senegal).
  4. Abdul Al-Karim (Perancis).
  5. Muksim (Rusia).
  6. Muadz (At-Taizy).
  7. Yazid (Al-Jazairy).
  8. Adam (Indonesia).
  9. Ahmad (Libia).
  10. Musa (As-Syaits).
  11. Saad (Asymury).
  12. Hisyam (Hadromy)
  13. Adnan (At-taizy).
  14. Mahummad (Al-Qirmany).
  15. Murod (Al-Jazairy).
  16. Thoha (Libia).
  17. Aadil (Pakistan).
  18. Hassan (Al-Jazairy).
  19. Abdul Ghoni (Al-Jazairy).
  20. Muhammad As-Subban (Al-Wada’i).
  21. Mabruk (Libia).
  22. Muhammad Amin (Indonesia).
Semoga Allah merahmatinya dan menerima mereka sebagai Syuhada’, dan orang-orang yang terbunuh diantara kami masuk syurga dengan ijin Allah adapun orang-orang yang terbunuh dikalangan mereka masuk neraka, Allah penolong kami dan mereka tidak memiliki seorang penolong pun.
  • Juga datang berita, hari ini, pengiriman lebih dari 15 mobil dari orang-orang syi’ah di Maron menuju ke medan perang As-Syirqiyyah untuk menghadang laju kabilah ahlus sunnah.
  • Perkembangan terakhir, pesawat yang dibajak oleh orang-orang Rafidhah yang dikirim pemerintah untuk mengangkut orang-orang yang terluka dari rumah sakit di Sha’dah ke rumah sakit di Shan’a. Juga datang berita bahwasanya orang-orang Syi’ah menghalang-halangi mobil yang membawa orang-orang yang terluka. Kelihatannya orang-orang Syi’ah berusaha keras untuk menghalang-halangi orang-orang yang terluka dari kalangan ahlus sunnah untuk berobat dan membiarkan mereka meninggal. Sumber www.m-noor.com

Sabtu, 14 Muharram 1433 H (10 Desember 2011)
Pukul 20.00
Hari ini, dengan bantuan beberapa orang perantara, akhirnya ikhwah berhasil mengambil 21 mayat syuhada’ yang meninggal pada waktu terjadi peperangan di Al-Masrahah, gunung Al-Barraqah yang terjadi 2 hari yang lalu. Jumlah mereka semuanya 21 orang. Kami mengharapkan mereka meninggal dalam keadaan mati syahid. Perinciannya sebagai berikut :
  • 4 orang dari Al-Jazaair
  • 1 orang dari Pakistan
  • 3 orang dari Rusia
  • 1 orang dari India, aslinya dari Hadramy
  • 2 orang dari Indonesia
  • 1 orang dari Libia
  • 9 orang dari Yaman
Sebab terbunuhnya ikhwah dengan jumlah yang cukup banyak ini, karena mereka menyerang markaz orang-orang syi’ah yang ada di Al-Masrahah dan membunuh semua orang syi’ah yang ada di tempat tersebut kecuali dua orang saja yang berhasil melarikan diri. Tatkala orang-orang syi’ah mengetahui adanya penyerangan dan pembunuhan terhadap kelompok mereka maka mereka memborbardir ikhwah yang berada di tempat tersebut dengan berbagai macam senjata berat, diantaranya mortar, tank, dan P-10. Sehingga tidak memungkinkan bagi ikhwah untuk kembali ke tempat semula. Maka sebagian besar ikhwah pun meninggal di tempat tersebut, kecuali sedikit diantara ikhwan yang berhasil mundur. Semoga Allah merahmati mereka semuanya dan menerima mereka sebagai syuhada’.
Pada pertempuran tersebut, orang-orang syi’ah yang terbunuh ada sekitar 65 orang, dan berita yang beredar diantara orang-orang syi’ah di kota sha’dah, mereka mengakui ada sekitar 30 orang terbunuh, adapun di situs resmi mereka, hanya mengakui 5 orang saja. Ini kedustaan yang jelas dan pemutar balikan fakta yang biasa mereka lakukan. Dan yang sebenarnya sebagaimana yang di ceritakan salah seorang ikhwah pemberani yang ikut serta pada pertempuran tersebut, beliau berkata : “Aku telah membunuh orang-orang syi’ah dengan tanganku sendiri sebanyak 7 orang di satu tempat”. Dan saudara kita ini sampai sekarang masih hidup dan terluka pada pertempuran tersebut. Orang-orang syi’ah yang terbunuh sebanyak itu, apalagi yang terluka, jumlahnya puluhan.
Dari Jaringan Berita di Damaj :
Datang berita kepada kami bahwasanya para mujahidin ahlus sunnah di propinsi hajjah telah berhasil mengusai persenjataan dalam jumlah yang sangat banyak yang diselundupkan oleh orang-orang Syi’ah melalui pelabuhan “Maidy“ dan orang-orang syi’ah berusaha dengan mati-matian untuk menguasainya.
Sumber berita: akun facebook Syaikh Abdurraman ‘Al-Arumy.
Kejahatan Orang-orang Syi’ah Terhadap Kemanusian
Pada hari ini, orang-orang syi’ah yang dipimpin oleh kepala daerah Sha’dah telah membajak pesawat beserta pilotnya, yang dikirim oleh pemerintah untuk membawa orang-orang yang terluka dari ahlus sunnah dari rumah sakit Darussalam di Sha’dah menuju Shan’a, ibu kota Negara untuk mendapatkan perawatan yang semestinya. Mereka menculik pilotnya dan menyita teleponnya. Sampi sekarang tidak diketahui keadaan pilot dan orang-orang yang terluka di dalamnya, semua ini mereka lakukan dengan alasan, belum ada ijin dari kepala daerah sha’dah, Faris Mana’.
Berita yang lainnya, orang-orang syi’ah pada berdatangan dari propinsi Shan’a, Hajja, Dzimar, ‘Imran dalam rangka- menurut klaim mereka- memerangi Wahhabiyyin.
Dan orang-orang Syi’ah meneruskan bombardirnya dengan senjata berat, mortar, P 10, dan meriam 37 mm, dengan target tempat tinggal para pelajar, rumah-rumah penduduk dan markaz darul-hadist di dammaj. Dan mereka telah memblokade ahlus sunnah di Dammaj lebih dari satu setengan bulan, melarang masuknya makanan dan obat-obatan dan juga menyerang dengan berbagai macam persenjataan berat dalam upaya mereka untuk mengusir ahlu sunnah dari dammaj dengan dalih mereka adalah orang-orang asing dan wilayah Sha’dah, semuanya adalah wilayah orang-orang syi’ah.
Dan juga orang-orang syi’ah yang diwakili kepala daerah Sha’dah melarang orang-orang dari palang merah dunia untuk mengobati para mujahidin yang terluka akibat serangan orang-orang syi’ah sehingga akhirnya mereka meninggal dunia, sementara ada kemungkinan mereka bisa terselamatkan kalau mendapatkan perawatan yang semestinya.
Sumber berita : kantor berita Ma’rib.

Jum’at, 13 Muharram 1433 (9 Desember 2011)
Blokade di Dammaj Dan Kemurahan Rabbul-‘ibad
Hari ini tampaklah kegilaan orang-orang Rafidhah karena kemenangan yang di wujudkan oleh rombongan kabilah Ahlus Sunnah maka mereka memborbardir markaz Darul-Hadist, masjid khusus wanita, tempat wudhu’, tempat tinggal para pelajar, dengan senjata berat dan menengah, seakan-akan seperti hujan turun dan merekapun dalam keadaan hysteria dan gila, ini menunjukkan rusaknya akal mereka! Karena kemurahan Allah (tidak ada korban diantara ikhwah) akan tetapi serangan dan tembakan mereka tidak pernah berhenti sampai pukul 12.00 siang, Ya Allah jagalah mereka, hamba-hamba (Mu) yang shalih.
Pukul 12.00
Sekarang target (mereka) adalah masjid, kamar mandi, tempat tinggal para pelajar, dan rumah-rumah kabilah Wadi’ah seperti rumah keluarga Mana’, keluarga Qayidah, demikian juga gunung Al-Barraqah tanpa ada pengecualian, serangan berlanjut dengan senjata-senjata berat, dan tida ada berita tentang adanya korban yang terkena serangan, Ya Allah selamatkanlah (mereka), Ya Allah selamatkanlah (mereka).
Kemarin sore orang-orang Syiah meledakkan kabel-kabel telepon yang tertanam di tanah, sehingga menyebabkan terputusnya jaringan telpon dan internet di daerah Dammaj secara keseluruhan, ini merupakan upayanya mereka untuk mengasingkan Dammaj dari dunia luar, juga tujuannya untuk menutupi kejahatan kemanusian yang mereka lakukan sehingga dunia tidak mengetahui (kejahatan) mereka di wilayah tersebut, Wallahu Musta’an. Insya Allah, Kami akan menyampaikan berita yang lebih terperinci di waktu yang akan datang.
Ya Allah Dzat yang menggerakkan awan, kalahkanlah Rafidhah, Hutsiyyin dan tolonglah kami dalam menghadapi mereka, wahai Dzat Yang Maha Kuat lagi Perkasa !
Ya Allah kami serahkan Rafidhah kepada-Mu, goncangkanlah bumi dibawah kaki-kaki mereka, kami serahkan mereka kepada-Mu, sesungguhnya mereka tidak mampu melemahkan-Mu dan segala puji hanya milik-Mu !
Pukul 13.30
Datang berita kepada kami, telah terjadi tembak-menembak antara sekelompok kabilah di wilayah ‘Imron denga Syi’ah di Masjid Az-Zahro’, Propinsi ‘Imron, salah satu diantara orang-orang Syi’ah yang bernama Muhammad ‘Aqabaat telah terbunuh dan beberapa orang telah terluka, dan orang-orang kabilah masih mengepung Masjid tersebut, demikianlah berita ini ditegaskan oleh kantor berita Syi’ah di akun facebook-nya.
Demikianlah yang dikehendaki oleh orang-orang Syi’ah munculnya fitnah SARA di negeri Yaman, semoga Allah memburukkan mereka!
Senjata Apakah Yang Digunakan Orang-orang Rafidhah Untuk Menghadapi Ahlus Sunnah ?

Salah satu senjata yang digunakan orang-orang Rafidhah untuk menembaki saudara kita di Dammaj adalah senjata yang pelurunya berkaliber 12,7 mm, senjata ini biasanya digunakan untuk senjata anti pesawat, sekarang, orang-orang Rafidhah menggunakan senjata tersebut dengan target manusia, kira-kira kalau kena salah satu diantara ikhwah, apa yang terjadi dengannya ? padahal senjata yang biasa digunakan disana adalah senjata automatis AK 47 dengan peluru kaliber 7,62 mm, bandingkan diantara dua peluru tersebut !
Dan ini gambar senjata yang mereka gunakan dengan tipe DShK-38 dengan kaliber 12,7, senjata anti pesawat yang digunakan untuk target manusia, dengan jarak maksimum mencapai 2000 meter.

Ya Allah selamatkan saudara-saudara kami di Dammaj dari kebrutalan orang-orang Rafidhah !
Gambar-gambar Yang menunjukkan Akibat Kebrutalan Syi’ah

Masjid Khusus Wanitapun tidak selamat dari mereka

Mobil yang biasa digunakan untuk alat tranportasi dakwah

Salah satu rumah penduduk Dammaj

Penyusun: Ustadz Abu Sa’ad M. Nur Huda, MA.
Artikel Muslim.Or.Id

21/11/11



As-Salāmu ‘Alaykum,
Bismillāh:

Before the noble reader is an article discussing a few points on basic Islamic hygiene. The article is taken from Shaykh, Dr. Ṣāliḥ Fawzān’s “Explanation of Akhṣar al-Mukhtaṣirāt (1).” The organizer of the book, Dr. Salmān al-Suwaylim, provided the aḥādīth in the footnotes.


[1]: Cleaning One’s Teeth: Using the siwāk (2) is a highly recommend sunnah. There are many aḥādīth that mention the Messenger of Allāh, prayers and peace upon him, encouraged the use of the siwāk. The siwāk cleanses the mouth and removes foul odors. Using it is from Islamic etiquette.  
The Messenger of Allāh, prayers and peace upon him, said: “If it wasn’t for the fact that I do not want to cause hardship on my nation, I would have ordered that the siwāk be used for every wuḍū.” [Bukhārī]
[2]: Moisturizing One’s Hair: It is recommended to moisturize one’s hair every other day, just as the Messenger, prayers and peace upon him, would do. (3)
[3]: Looking at One’s Self in the Mirror: It is recommended to look at one’s self in the mirror when he finishes cleaning and beautifying himself. One looks in the mirror because there is a possibility that something needs to be adjusted or tweaked. Thus, one looks in the mirror before going out to meet people. This is the sunnah. The Messenger of Allah, prayers and peace upon him, used to look in the mirror (4).
[4]: Using Delightful Fragrances (5): This is done because all of the Prophets did so. It is also done so that a person’s scent is pleasant, not offensive. So, he applies fragrances when he generally goes to prayer, and specifically when he goes to Friday prayer (al-Jumu’ah). He also uses delightful fragrances in the circles of remembrance and when he goes to gatherings.
[5]: Shaving the Pubic Area: It is recommended to remove the hair from one’s pubic area. This can be done by any means that serves the purpose. This is also from the ways of the Prophets.
[6]: Trimming the Mustache Closely: So, one does not let his mustache grow long. Likewise, he does not shave it completely because that is considered a form of disfigurement. He leaves its origin. This is because the Messenger, prayers and peace upon him, did not command us to shave it completely; rather, he ordered us to trim it closely (6). This is a form of beautification for men.
[7]: Trimming One’s Nails: From the way of the Prophet is to trim one’s fingernails and toenails, they are not to be left long. Leaving them long is considered ugliness and a resemblance to predatory animals.
[8]: Removing One’s Underarm Hair: One also removes the hair from his underarms by any means that serve the purpose. This is because leaving hair to grow under the arms is ugly and it causes an unpleasant odor. [End of Shaykh Fawzān's words]
I ask Allāh, The Most High, to beautify our appearances, just as he has beautified our hearts with al-tawhīd and our actions with the sunnah. And our last supplication is that All praise belongs to Allāh.

Translated by:
Abū Ādam Jamīl Finch
Umm al-Qurā University, College of Sharī̄’ah
Makkah, Kingdom of Saudi Arabia
Dhūl-Ḥijjah 21, 1432/November 17, 2011

(1) Ṣālih al-Fawzān, Explanation of Akhṣar al-Mukhtaṣirāt, vol. 1, pp. 75-83, abridged in places, [Dār al-‘Āsimah]
(2) [TN]: Likewise, a toothbrush
(3) Abdullāh b. Mugaffal narrated: “The Messenger of Allāh, prayers and peace upon him, prohibited us from tending to our hair, except for every other day.” [Abī Dawūd #4159, Authenticated by: al-Albānī]
[TN]: Faḍālah b. ‘Ubayd, narrated: “The Messenger prohibited us from too much luxury.” [Abī Dawūd #4160, Authenticated by: al-Albānī]
(4) Ibn ‘Abbās narrated: “When the Messenger of Allāh, prayers and peace upon him, looked in the mirror, he would say: ‘All praise is due to Allāh, He who beautified my figure and adorned on me that which was not adorned on others.’ ”  [Musnad Abī Y’alā vol.4/pg. 487]
(5) [TN]: Women do not wear fragrances in the presence of foreign men.
(6) Ibn ‘Umar narrated: The Messenger of Allāh, prayers and peace upon him, said: “Trim the mustaches closely and grow the beards.” [Bukhārī and Muslim]

Reward For Deeds After Death & Sadaqa Jariya (Perpetual Charity)

AbdurRahman.org
Sadaqa Jaariya - Reward For Deeds After Death

From Aboo Hurairah – radiyallaahi ‘anhu – who said:
Allaah’s Messenger – salallaahu ‘alayhi wa sallam – said:
"Among the deeds and virtues whose reward will reach the Believer after his death are: knowledge that he taught and disseminated; a righteous son whom he left behind; a written copy of the Qur`aan which he left as a legacy; or a mosque that he built; or a house that he built for the passing traveller; or a canal which he dug and caused to flow; or charity which he gave from his property whilst he was alive and well, for which he will continue to receive reward after his death."

Reported by Ibn Maajah (no.242), Ibn Khuzaymah (4/121/2490), and al-Bayhaqee in Shu`abul-Eemaan (3/274/3448). Declared ‘hasan’ by Shaikh al-Albaanee in Saheehut- Targheeb wat-Tarheeb (no.77).

Source: http://alitisaambissunnah.wordpress.com (It has Arabic text of hadeeth as well)
Related Links :

30/10/11

Mari Berqurban di Ambarawa dan Wilayah Pendangkalan Akidah

http://sditambarawa.blogspot.com/

A. PENDAHULUAN

Kecamatan Ambarawa adalah sebuah kota pasar yang terletak di antara Semarang dan Salatiga. Kecamatan ini terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (http://id.wikipedia.org/wiki/Ambarawa,_Semarang)


Dengan luas area 56,11 km² dan jumlah penduduk 80.801 jiwa, Ambarawa memiliki sejarah panjang terkait dengan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda dan Jepang. Peninggalan penjajah yang nampak hingga kini adalah museum kereta api, benteng Belanda di Pojoksari dan gereja jago peninggalan penjajah.

Di Ambarawa banyak berdiri gereja besar dan kecil, hampir di setiap kelurahan telah berdiri gereja dan tempat kebaktian. Hal ini ditambah minimnya pengetahuan agama dan benteng akidah kaum muslim yang belum kokoh, menjadikan sebagian masyarakat berpindah agama. Tidak sedikit masyarakat menjual nilai kemiskinan dan perkara duniawi lainnya sebagai alasan  perpindahan agama tersebut.
Terdorong keprihatinan yang mendalam, dengan mengharapkan ridho Alloh Ta'ala sebagian kaum muslimin merasa terdorong untuk berperan nyata dalam membantu masyarakat untuk lebih mengenal Islam dan mengamalkannya sesuai tuntunan Rasululloh Shalallohu alaihi wassalam dan mencontoh para sahabat beliau.
Selain telah melaksanakan kegiatan pendidikan (TPA, TKIT/ PAUD, SDIT IBNU MAS'UD dan kursus keterampilan), Yayasan Al Ummah Ambarawa, menjadi salah satu lembaga kegiatan dakwah dan sosial kemanusiaan umat Islam di Ambarawa.
Dakwah melalui jalur sosial kemanusiaan merupakan cara efektif untuk mambantu menyelesaikan problem umat. Di antara program yayasan adalah beasiswa pendidikan anak yatim, santunan anak yatim, TPA gratis dan panti asuhan yatim, serta pendistribusian daging qurban untuk anak yatim dan fakir miskin.

Pada momen Idul qurban tahun ini Yayasan Al Ummah dengan tulus ikhlas semata-mata hanya mengharapkan ridho dari Allah Ta'ala, kami mengetuk hati Bapak/ Ibu sekalian, kaum muslimin untuk mengambil kesempatan emas ini, yaitu momen Hari Raya Qurban ini untuk menyisihkan sebagian dari rizki dan nikmat yang telah Allah anugrahkan kepada Bapak/ Ibu untuk saudara-saudara kita yang kurang mampu dan sangat membutuhkannya.
Dan momentum ini sebagai tanda bukti rasa syukur kita kepada Allah sebagaimana Allah telah berfirman  “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Surat Ibrahim (14) ayat 7.

Masih Banyak saudara muslim kita pelosok desa di sekitar Ambarawa yang hidup jauh di bawah kemiskinan, kemelaratan dan kekurangan. Jangankan untuk menikmati lezatnya sepotong daging, untuk sekedar makan nasi campur garam guna mengganjal perut saja mereka susah untuk memenuhinya. Bagi mereka, daging adalah suatu barang mewah yang mungkin mereka hanya berharap dapat manikmatinya sekali dalam setahun, yaitu pada hari raya qurban. Mereka menjadikan hari raya qurban ini adalah saat-saat yang paling dinantikan. Oleh karena itu, marilah kita sambut penantian panjang saudara-saudara kita tersebut. Janganlah kita biarkan mereka merasa sedih dan hampa di hari baik dan mulia ini.

B. INFO HEWAN QURBAN
No
Qurban
Berat
Harga @

1
Kambing / Domba
± 23 Kg
Rp 1.200.000,-
2
Sapi
± 250 Kg
Rp 9.800.000,-
3
Sapi Kolektif
± 250 Kg
Rp 1.400.000,-
*) Harga tersebut sudah termasuk; biaya pemotongan hewan, operasional serta biaya distribusi/ penyaluran ke pelosok desa



C. PELAKSANAAN

NoKegiatanTanggal Pelaksanaan
1PendanaanSampai 7 Nopember 2011
2Penyembelihan10-12 Dzulhijjah/ 6-8 Nopember 2011
3Penyaluran (kepada yang berhak)10-12 Dzulhijjah



D. CARA MUDAH BERQURBAN
1. Jemput hewan Qurban (Untuk Ambarawa dan sekitarnya)
Hubungi kami SMS/ telepon (082137860274/ 08179531872/ 0298-594616) untuk konfirmasi penjemputan donasi qurban Anda. Kami siap memberikan pendampingan dan penjemputan dana/ hewan Qurban .
2. Kunjungan ke kantor
Kunjungi kantor kami di SDIT Ibnu Mas'ud, Jl. Mgr. Sugiyopranoto km 3, Ngampin Ambarawa
3. Transfer Bank
BANK
Nomer Rekening
608701.002889.531
an. Yayasan Al Ummah

BNI Syariah
0184127630
an. Edi Santoso

Bank BCA
3200224557
an. Abdul Malik

Muamalat
912-9309799 an. Rochmadi
Setelah transfer, dimohon konfirmasi melalui SMS ke: 0821 3786 0274 dengan format:
QURBAN#nama#alamat#jenis qurban#nama bank#tgl transfer#qurban atas nama
Contoh : QURBAN#ADI#Jl. A.YANI 12 Jkt#Sapi#BNI#3 Oct#ADI bin EKO



 Alhamdulillah atas kemurahan dari Alloh kemudian bantuan dari donatur, saat ini anak yatim di Ambarawa yang telah mendapatkan beasiswa pendidikan gratis sebanyak 7 anak, semoga Alloh memudahkan langkah kita dalam kebaikan. amin


E. INFORMASI DAN KETERANGAN
SDIT Ibnu Mas'ud
Jl. Mgr. Sugiyopranoto km 3, Ngampin, Ambarawa, Kab. Semarang
Telp. (
0298) 594616/ 08179531872
SMS center: 0821 3786 0274
website: sditambarawa.blogspot.com

email: sholihkids@gmail.com

08/10/11

7 Faedah Qona'ah

http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/7-faedah-qonaah.html

a. Hati akan dipenuhi dengan keimanan kepada Allah

Seorang yang qana’ah akan yakin terhadap ketentuan yang ditetapkan Allah ta’ala sehingga diapun ridha terhadap rezeki yang telah ditakdirkan dan dibagikan kepadanya. Hal ini erat kaitannya dengan keimanan kepada takdir Allah. Seorang yang qana’ah beriman bahwa Allah ta’ala telah menjamin dan membagi seluruh rezeki para hamba-Nya, bahkan ketika sang hamba dalam kondisi tidak memiliki apapun. Sehingga, dia tidak akan berkeluh-kesah mengadukan Rabb-nya kepada makhluk yang hina seperti dirinya.

Ibnu Mas’ud radhilallahu ‘anhu pernah mengatakan,

إِنَّ أَرْجَى مَا أَكُونُ لِلرِّزْقِ إِذَا قَالُوا لَيْسَ فِي الْبَيْتِ دَقِيقٌ

“Momen yang paling aku harapkan untuk memperoleh rezeki adalah ketika mereka mengatakan, “Tidak ada lagi tepung yang tersisa untuk membuat makanan di rumah” [Jami’ul ‘Ulum wal Hikam].

إِنَّ أَحْسَنَ مَا أَكُونُ ظَنًّا حِينَ يَقُولُ الْخَادِمُ: لَيْسَ فِي الْبَيْتِ قَفِيزٌ مِنْ قَمْحٍ وَلَا دِرْهَمٌ

“Situasi dimana saya mempertebal husnuzhanku adalah ketika pembantu mengatakan, “Di rumah tidak ada lagi gandum maupun dirham.” [Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah (34871); Ad Dainuri dalam Al Majalisah (2744); Abu Nu'aim dalam Al Hilyah (2/97)].

Imam Ahmad mengatakan,

أَسَرُّ أَيَّامِي إِلَيَّ يَوْمٌ أُصْبِحُ وَلَيْسَ عِنْدِي شَيْءٌ

“Hari yang paling bahagia menurutku adalah ketika saya memasuki waktu Subuh dan saya tidak memiliki apapun.” [Shifatush Shafwah 3/345].

b. Memperoleh kehidupan yang baik

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” [An-Nahl: 97].

Kehidupan yang baik tidaklah identik dengan kekayaan yang melimpah ruah. Oleh karenanya, sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kehidupan yang baik dalam ayat di atas adalah Allah memberikannya rezeki berupa rasa qana’ah di dunia ini, sebagian ahli tafsir yang lain menyatakan bahwa kehidupan yang baik adalah Allah menganugerahi rezeki yang halal dan baik kepada hamba [Tafsir ath-Thabari 17/290; Maktabah asy-Syamilah].

Dapat kita lihat di dunia ini, tidak jarang, terkadang diri kita mengorbankan agama hanya untuk memperoleh bagian yang teramat sedikit dari dunia. Tidak jarang bahkan kita menerjang sesuatu yang diharamkan hanya untuk memperoleh dunia. Ini menunjukkan betapa lemahnya rasa qana’ah yang ada pada diri kita dan betapa kuatnya rasa cinta kita kepada dunia.

Tafsir kehidupan yang baik dengan anugerah berupa rezeki yang halal dan baik semasa di dunia menunjukkan bahwa hal itu merupakan nikmat yang harus kita usahakan. Harta yang melimpah ruah sebenarnya bukanlah suatu nikmat jika diperoleh dengan cara yang tidak diridhai oleh Allah. Tapi sayangnya, sebagian besar manusia berkeyakinan harta yang sampai ketangannya meski diperoleh dengan cara yang haram itulah rezeki yang halal. Ingat, kekayaan yang dimiliki akan dimintai pertanggungjawaban dari dua sisi, yaitu bagaimana cara memperolehnya dan bagaimana harta itu dihabiskan. Seorang yang dianugerahi kekayaan melimpah ruah tentu pertanggungjawaban yang akan dituntut dari dirinya di akhirat kelak lebih besar.

c. Mampu merealisasikan syukur kepada Allah

Seorang yang qana’ah tentu akan bersyukur kepada-Nya atas rezeki yang diperoleh. Sebaliknya barangsiapa yang memandang sedikit rezeki yang diperolehnya, justru akan sedikit rasa syukurnya, bahkan terkadang dirinya berkeluh-kesah. Nabi pun mewanti-wanti kepada Abu Hurairah,

يَا أَبَا هُرَيْرَةَ كُنْ وَرِعًا، تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ، وَكُنْ قَنِعًا، تَكُنْ أَشْكَرَ النَّاسِ

“Wahai Abu Hurairah, jadilah orang yang wara’ niscaya dirimu akan menjadi hamba yang paling taat. Jadilah orang yang qana’ah, niscaya dirimu akan menjadi hamba yang paling bersyukur” [HR. Ibnu Majah: 4217].

Seorang yang berkeluh-kesah atas rezeki yang diperolehnya, sesungguhnya tengah berkeluh-kesah atas pembagian yang telah ditetapkan Rabb-nya. Barangsiapa yang mengadukan minimnya rezeki kepada sesama makhluk, sesungguhnya dirinya tengah memprotes Allah kepada makhluk. Seseorang pernah mengadu kepada sekelompok orang perihal kesempitan rezeki yang dialaminya, maka salah seorang diantara mereka berkata, “Sesungguhnya engkau ini tengah mengadukan Zat yang menyayangimu kepada orang yang tidak menyayangimu” [Uyun al-Akhbar karya Ibnu Qutaibah 3/206].

d. Memperoleh keberuntungan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa seorang yang qana’ah akan mendapatkan keberuntungan.

Fudhalah bin Ubaid radhiallalahu ‘anhu pernah mendengar nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

طُوبَى لِمَنْ هُدِيَ إِلَى الإِسْلَامِ، وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا وَقَنَعَ

“Keberuntungan bagi seorang yang diberi hidayah untuk memeluk Islam, kehidupannya cukup dan dia merasa qana’ah dengan apa yang ada” [HR. Ahmad 6/19; Tirmidzi 2249].

Abdullah bin Amr mengatakan bahwa rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ، وَرُزِقَ كَفَافًا، وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ

“Sungguh beruntung orang yang memeluk Islam, diberi rezki yang cukup dan Allah menganugerahi sifat qana’ah atas apa yang telah diberikan-Nya” [HR. Muslim: 1054; Tirmidzi: 2348].

e. Terjaga dari berbagai dosa

Seorang yang qana’ah akan terhindar dari berbagai akhlak buruk yang dapat mengikis habis pahala kebaikannya seperti hasad, namimah, dusta dan akhlak buruk lainnya. Faktor terbesar yang mendorong manusia melakukan berbagai akhlak buruk tersebut adalah tidak merasa cukup dengan rezeki yang Allah berikan, tamak akan dunia dan kecewa jika bagian dunia yang diperoleh hanya sedikit. Semua itu berpulang pada minimnya rasa qana’ah.

Jika seseorang memiliki sifat qana’ah, bagaimana bisa dia melakukan semua akhlak buruk di atas? Bagaimana bisa dalam hatinya timbul kedengkian, padahal dia telah ridha terhadap apa yang telah ditakdirkan Allah?

Abdullah bin Mas’ud radhiallalhu ‘anhu mengatakan,

الْيَقِينُ أَنْ لَا تُرْضِيَ النَّاسَ بِسُخْطِ اللَّهِ، وَلَا تَحْسُدَ أَحَدًا عَلَى رِزْقِ اللَّهِ، وَلَا تَلُمْ أَحَدًا عَلَى مَا لَمْ يُؤْتِكَ اللَّهُ، فَإِنَّ الرِّزْقَ لَا يَسُوقُهُ حِرْصُ حَرِيصٍ، وَلَا يَرُدُّهُ كَرَاهَةُ كَارِهٍ، فَإِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى – بِقِسْطِهِ وَعِلْمِهِ وَحُكْمِهِ – جَعَلَ الرَّوْحَ وَالْفَرَحَ فِي الْيَقِينِ وَالرِّضَا، وَجَعَلَ الْهَمَّ وَالْحُزْنَ فِي الشَّكِّ وَالسُّخْطِ

“Al Yaqin adalah engkau tidak mencari ridha manusia dengan kemurkaan Allah, engkau tidak dengki kepada seorangpun atas rezeki yang ditetapkan Allah, dan tidak mencela seseorang atas sesuatu yang tidak diberikan Allah kepadamu. Sesungguhnya rezeki tidak akan diperoleh dengan ketamakan seseorang dan tidak akan tertolak karena kebencian seseorang. Sesungguhnya Allah ta’ala –dengan keadilan, ilmu, dan hikmah-Nya- menjadikan ketenangan dan kelapangan ada di dalam rasa yakin dan ridha kepada-Nya sserta menjadikan kegelisahan dan kesedihan ada di dalam keragu-raguan (tidak yakin atas takdir Allah) dan kebencian (atas apa yang telah ditakdirkan Allah)” [Diriwayatkan Ibnu Abid Dunya dalam Al Yaqin (118) dan Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman (209)].

Sebagian ahli hikmah mengatakan, “Saya menjumpai yang mengalami kesedihan berkepanjangan adalah mereka yang hasad sedangkan yang memperoleh ketenangan hidup adalah mereka yang qana’ah” [Al Qana’ah karya Ibnu as-Sunni hlm. 58].

f. Kekayaan sejati terletak pada sifat qana’ah

Qana’ah adalah kekayaan sejati. Oleh karenanya, Allah menganugerahi sifat ini kepada nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah ta’ala berfirman,

وَوَجَدَكَ عَائِلًا فأغنى

“Dan Dia menjumpaimu dalam keadaan tidak memiliki sesuatu apapun, kemudian Dia member kekayaan (kecukupan) kepadamu” [Adh-Dhuha: 8].

Ada ulama yang mengartikan bahwa kekayaan dalam ayat tersebut adalah kekayaan hati, karena ayat ini termasuk ayat Makkiyah (diturunkan sebelum nabi hijrah ke Madinah). Dan pada saat itu, sudah dimaklumi bahwa nabi memiliki harta yang minim [Fath al-Baari 11/273].

Hal ini selaras dengan hadits-hadits nabi yang menjelaskan bahwa kekayaan sejati itu letaknya di hati, yaitu sikap qana’ah atas apa yang diberikan-Nya, bukan terletak pada kuantitas harta. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الغِنَى عَنْ كَثْرَةِ العَرَضِ، وَلَكِنَّ الغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kekayaan itu bukanlah dengan banyaknya kemewahan dunia, akan tetapi kekayaan hakiki adalah kekayaan (kecukupan) dalam jiwa (hati)” [HR. Bukhari: 6446; Muslim: 1051].

Abu Dzar radhiallalhu ‘anhu mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya, “Wahai Abu Dzar apakah engkau memandang bahwa banyaknya harta itu adalah kekakayaan sebenarnya?” Saya menjawab, “Iya, wahai rasulullah.” Beliau kembali bertanya, “Dan apakah engkau beranggapan bahwa kefakiran itu adalah dengan sedikitnya harta?” Diriku menjawab, “Benar, wahai rasulullah.” Beliau pun menyatakan, “Sesungguhnya kekayaan itu adalah dengan kekayaan hati dan kefakiran itu adalah dengan kefakiran hati” [HR. An-Nasaai dalam al-Kubra: 11785; Ibnu Hibban: 685].

Apa yang dinyatakan di atas dapat kita temui dalam realita kehidupan sehari-hari. Betapa banyak mereka yang diberi kenikmatan duniawi yang melimpah ruah, dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan diri dan keturunannya selama berpuluh-puluh tahun, namun tetap tidak merasa cukup sehingga ketamakan telah merasuk ke dalam urat nadi mereka. Dalam kondisi demikian, bagaimana lagi dia bisa perhatian terhadap kualitas keagamaan yang dimiliki, bukankah waktunya dicurahkan untuk memperoleh tambahan dunia?

Sebaliknya, betapa banyak mereka yang tidak memiliki apa-apa dianugerahi sifat qana’ah sehingga merasa seolah-olah dirinyalah orang terkaya di dunia, tidak merendahkan diri di hadapan sesama makhluk atau menempuh jalan-jalan yang haram demi memperbanyak kuantitas harta yang ada.

Rahasianya terletak di hati sebagaimana yang telah dijelaskan. Oleh karena pentingnya kekayaan hati ini, Umar radhilallahu ‘anhu pernah berpesan dalam salah satu khutbahnya,

تَعْلَمُونَ أَنَّ الطَّمَعَ فَقْرٌ، وَأَنَّ الْإِيَاسَ غِنًى، وَإِنَّهُ مَنْ أَيِسَ مِمَّا عِنْدَ النَّاسِ اسْتَغْنَى عَنْهُمْ

“Tahukah kalian sesungguhnya ketamakan itulah kefakiran dan sesungguhnya tidak berangan-angan panjang merupakan kekayaan. Barangsiapa yang tidak berangan-angan memiliki apa yang ada di tangan manusia, niscaya dirinya tidak butuh kepada mereka” [HR. Ibnu al-Mubarak dalam az-Zuhd: 631].

Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu pernah berwasiat kepada putranya, “Wahai putraku, jika dirimu hendak mencari kekayaan, carilah dia dengan qana’ah, karena qana’ah merupakan harta yang tidak akan lekang” [Uyun al-Akhbar : 3/207].

Abu Hazim az-Zahid pernah ditanya,

مَا مَالُكَ؟

“Apa hartamu”,

beliau menjawab,

لِي مَالَانِ لَا أَخْشَى مَعَهُمَا الْفَقْرَ: الثِّقَةُ بِاللَّهِ، وَالْيَأْسُ مِمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ

“Saya memiliki dua harta dan dengan keduanya saya tidak takut miskin. Keduanya adalah ats-tsiqqatu billah (yakin kepada Allah atas rezeki yang dibagikan) dan tidak mengharapkan harta yang dimiliki oleh orang lain [Diriwayatkan Ad Dainuri dalam Al Mujalasah (963); Abu Nu'aim dalam Al Hilyah 3/231-232].

Sebagian ahli hikmah pernah ditanya, “Apakah kekayaan itu?” Dia menjawab, “Minimnya angan-anganmu dan engkau ridha terhadap rezeki yang mencukupimu” [Ihya ‘Ulum ad-Diin 3/212].

g. Memperoleh kemuliaan

Kemuliaan terletak pada sifat qana’ah sedangkan kehinaan terletak pada ketamakan. Mengapa demikian, karena seorang yang dianugerahi sifat qana’ah tidak menggantungkan hidupnya pada manusia, sehingga dirinya pun dipandang mulia. Adapun orang yang tamak justru akan menghinakan dirinya di hadapan manusia demi dunia yang hendak diperolehnya. Jibril ‘alaihissalam pernah berkata,

يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ

“Wahai Muhammad, kehormatan seorang mukmin terletak pada shalat malam dan kemuliaannya terletak pada ketidakbergantungannya pada manusia” [HR. Hakim: 7921].

Al Hasan berkata,

لَا تَزَالُ كَرِيمًا عَلَى النَّاسِ – أَوْ لَا يَزَالُ النَّاسُ يُكْرِمُونَكَ مَا لَمْ تُعَاطِ مَا فِي أَيْدِيهِمْ، فَإِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ اسْتَخَفُّوا بِكَ، وَكَرِهُوا حَدِيثَكَ وَأَبْغَضُوكَ

“Engkau akan senantiasa mulia di hadapan manusia dan manusia akan senantiasa memuliakanmu selama dirimu tidak tamak terhadap harta yang mereka miliki. Jika engkau melakukannya, niscaya mereka akan meremehkanmu, membenci perkataanmu dan memusuhimu” [Al-Hilyah: 3/20].

Al Hafizh Ibnu Rajab mengatakan,

وَقَدْ تَكَاثَرَتِ الْأَحَادِيثُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْأَمْرِ بِالِاسْتِعْفَافِ عَنْ مَسْأَلَةِ النَّاسِ وَالِاسْتِغْنَاءِ عَنْهُمْ، فَمَنْ سَأَلَ النَّاسَ مَا بِأَيْدِيهِمْ، كَرِهُوهُ وَأَبْغَضُوهُ؛ لِأَنَّ الْمَالَ مَحْبُوبٌ لِنُفُوسِ بَنِي آدَمَ، فَمَنْ طَلَبَ مِنْهُمْ مَا يُحِبُّونَهُ، كَرِهُوهُ لِذَلِكَ

“Begitu banyak hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan untuk bersikap ‘iifah (menjaga kehormatan) untuk tidak meminta-minta dan tidak bergantung kepada manusia. Setiap orang yang meminta harta orang lain, niscaya mereka akan tidak suka dan membencinya, karena harta merupakan suatu hal yang amat dicintai oleh jiwa anak Adam. Oleh karenanya, seorang yang meminta orang lain untuk memberikan apa yang disukainya, niscaya mereka akan membencinya” [Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam 2/205].

Kepemimpinan dalam agama yang identik dengan kemuliaan pun dapat diperoleh jika seorang ‘alim tidak menggantungkan diri kepada manusia, sehingga mereka tidak direpotkan dengan berbagai kebutuhan hidup yang dituntutnya. Seyogyanya manusia membutuhkan sang ‘alim karena ilmu, fatwa dan nasehatnya. Mereka bukannya butuh ketamakan dari sang ‘alim. Seorang Arab badui pernah bertanya kepada penduduk Bashrah,

مَنْ سَيِّدُ أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ؟ قَالُوا: الْحَسَنُ، قَالَ: بِمَا سَادَهُمْ؟ قَالُوا: احْتَاجَ النَّاسُ إِلَى عِلْمِهِ، وَاسْتَغْنَى هُوَ عَنْ دُنْيَاهُمْ

“Siapa tokoh agama di kota ini?” Penduduk Bashrah menjawab, “Al Hasan.” Arab badui bertanya kembali, “Dengan apa dia memimpin mereka?” Mereka menjawab, “Manusia butuh kepada ilmunya, sedangkan dia tidak butuh dunia yang mereka miliki” [Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam 2/206].

Sumber: Al Qana’ah, Mafhumuha, Manafi’uha, ath-Thariqu ilaiha karya Ibrahim bin Muhammad al-Haqil disertai beberapa penambahan.

Penulis: Muhammad Nur Ichwan Muslim

Artikel www.muslim.or.id

04/10/11


Dijual Rumah Dekat Pesantren Islamic Centre Bin Baz


Alamat; Desa Sitimulyo, Kec. Piyungan, Kab. Bantul, DI.Yogyakarta 55792
Luas tanah; 179 m2, Luas Bangunan; 15 x 8,6 m, 2 KM plus 1 ruang cuci, 5 kamar tidur, 2 R. tamu, ruang keluarga, teras, SHM, listrik 1.300 watt, air sumur.
Lingkungan desa yang asri dan ramah, dekat lokasi TK,SD dan SMA Negeri, 70 m dari balai desa dan dekat jalan
Info lengkap silahkan 
telp/ sms : 082137860274 
email      : sholihkids@gmail.com